Freonjenis ini juga terhitung aman untuk AC rumah tangga. Freon R-32. Jenis Freon yang ketiga ialah Freon R-32. Freon R-32 ini baru digunakan pada AC sejak tahun 2013 yang lalu. Sifatnya lebih ramah lingkungan apabila hendak dibandingkan dengan Freon yang jenis R410A, dan juga potensi pemanasan globalnya lebih rendah. Namun sayangnya, Freon R-32 ini mempunyai potensi untuk mudah terbakar. Pun demikian, masih cukup aman diterapkan pada AC rumah tangga. Freon R-22. Selanjutnya ada Freon R-22
Dapatkanlebih dari 166 penawaran - Disewakan rumah kos kosan kost kontrakan dengan harga mulai dari Rp 400.000 - ruang makan yes - dapur yes - air minum yes - keamanan yes - parkir motor yes - kampus yes - rumah sakit yes - rumah makan yes - minimarket yes - mau menawarkan kos-kosan putra khusus untuk mahasiswa,
JenisBiaya Variabel. Ada beberapa jenis biaya variabel yang perlu Anda ketahui. Berdasarkan tujuan dan perencanaannya, biaya variabel dibagi menjadi dua: Engineered Variable Cost; Yang dimaksud dengan engineered variable cost adalah biaya yang memiliki hubungan fisik tertentu dengan pemasukan dan pengeluaran atau dengan ukuran kegiatan
Samaseperti merk AC pada umumnya, AC gree juga menggunakan freon dalam komponennya. Freon pada AC memang tidak sama satu dengan yang lainnya, sebenarnya ada beberapa macam freon, sebut saja tipe R22, R32, dan R410 A. Masing-masing freon tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Freon R22 Freon R22 merupakan freon yang memiliki kandungan HCFC
Untukbiasanya untuk AC ruangan, refigerant (freon) yang dipakai berkode R22, R32, dan R410A. Kalau di mobil, kode freonnya R12 dan R134A. Nah setiap jenis refrigerant ini enggak bisa dicampur-campur karena bisa merusak sistem AC secara keseluruhan.
Freonjenis ini ditemukan oleh Daikin Jepang pada tahun 2012 dan telah digunakan di produksi AC-nya sejak tahun 2013. Refrigerant jenis ini lebih ramah lingkungan daripada refrigerant R410A dan memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih rendah daripada refrigeran R410A dan R22. Meski berpotensi mudah terbakar, freon jenis ini masih aman digunakan pada AC rumah. Oleh karena itu freon ini banyak digunakan oleh produsen AC sebagai freon AC split. Freon R290
KapasitasAC jenis ini antara 1 PK - 5 PK. Selain mengetahui apa saja jenis-jenis AC hal yang tidak kalah pentingnya adalah komponen yang ada didalamnya. Pastikan AC yang dibeli memiliki komponen yang selalu dijaga. Anda bisa mendapatkan komponen AC terbaik seperti freon purity di atas 99,97% dan beberapa komponen penting AC lainnya di Bina
Cekharga service kami. Demikian penjelasan tentang perbandingan jenis-jenis freon yang ada di Indonesia, semoga Anda dapat memilih untuk kebutuhan pembelian AC yang baru yang ramah lingkungan. Jika Anda membutuhkan jasa pemasangan AC di rumah Anda, hubungi jasa Service AC kami di: Telp/SMS/WA : CS 0813 8538 5798.
Terhitungmulai tahun 2015 silam, pabrikan AC tidak hanya menggunakan 2 jenis Freon AC melainkan terdapat 3 jenis Freon AC yang digunakan. 3 jenis freon yang digunakan tersebut diantaranya Freon R32, R410A dan R290.
Rumah dan pejabat di seluruh dunia menggunakan penghawa dingin untuk menghilangkan haba udara dalaman. Penghawa dingin bahkan mengeluarkan suhu udara dan kelembapan dengan cara kitaran penyejukan atau penyejatan. Dalam proses penyejukan, satu unit penghawa dingin menggunakan peti sejuk atau freon (tm) refridgerent. Terdapat berbeza
nk6QHNe. FilterOtomotifSpare Part MobilPerawatan KendaraanElektronikAlat Pendingin RuanganPertukanganPerlengkapan ListrikKesehatanPerlengkapan KebersihanMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 12rb+ produk untuk "freon ac rumah" 1 - 60 dari 12rb+UrutkanAdMidea AC Portable MPHA-05/09CRN7 Multiple Function AC - / 1 PK - 1 3%Jakarta UtaraMidea Official 100+AdPaket Isi Freon Ac Mobil R134aManifoldCan Tap ValveQuick 250+AdTerlarisFreon Kaleng Jincool R134a Ac 2 rb+AdProduk TerbaruFreon R404A - Refrigerant R404A - R404A - Freon TEKNIKAdPAKET ALAT ISI FREON AC RUMAH R22 R32 R410 MOBIL R134A TANPA Utarawill shop 100+Paket isi Freon AC Rumah R22 siap PusatJAYA COOLS SPAREPART 100+Paket isi freon rumah AC R32 lengkap manifold selang 2%Jakarta PusatVIP AC 500+FREON AC RUMAH R22 showa refrigrant 1KG 2%Jakarta PusatVIP AC 250+Paket Isi Freon AC Rumah R410a Freon Cool 250+ALAT UKUR PENGISIAN FREON AC MOBIL DAN Utara93 90+
Pengertian dan Jenis Refrigerant Freon - Refrigerant atau freon merupakan salah satu bagian dari sistem air conditioner AC. Pengertian refrigerant atau freon adalah suatu zat yang berupa pendingin atau fluida yang digunakan untuk menyerap panas melalui proses evaporasi dan mengeluarkan panas atau membuang panas melalui proses kondensasi. Refrigerant digunakan pada proses refrigerasi. Rerigerasi merupakan sebuah proses mengambil atau mengeluarkan kalor/panas dari suatu materi serta memperahankan keadaan tersebut sehingga temperatur lebih rendah daripada lingkungan sekitarnya. Proses refrigerasi ini banyak digunakan pada kendaraan melalui sistem AC. Didalamnya terdapat berbagai fungsi komponen dan cara kerja sistem AC mobil yang sudah dibahas sebelumnya. Refrigerant atau freon mempunyai peranan penting pada sistem AC. Untuk menunjang fungsi freon maka terdapat berbagai jenis refrigerant atau freon yang digunakan pada berbagai proses refrigerasi termasuk sistem AC mobil. Perkembangan jenis freon AC disesuaikan kebutuhan serta menambah keamanan sehingga tidak menimbulkan berbagai kerusakan lain. Terdapat banyak sekali jenis refrigerant yang digunakan. Untuk lebih jelasnya mengenai jenis-jenis freon AC akan dibahas pada artikel berikut ini. Jenis-Jenis Refrigerant atau Freon AC Untuk menunjang berbagai proses refrigerasi maka terdapat berbagai jenis freon. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan jenis refrigerant. 1. R-11 atau Trichloro Monofluoro Methane R-11 atau CCL 3 F merupakan salah satu jenis refrigerant yang banyak digunakan pada proses pembersihan pada lemari es dan AC yang unit motornya terbakar. R-11 biasanya memiliki warna tabung jinga atau orange. R-11 memiliki beberapa karakteristik diantaranya yaitu Mempunyai titik didih 23,8 derajat celcius pada 1 atmosfer Memiliki tekanan penguapan sebesar 24 inchg vakum pada suhu -15 derajat celcius. Memiliki tekanan kondensasinya 3,5 psig pada 30°C serta kalor laten uap 73, 8 Btu/lb pada titik didih Sangat stabil, tidak dapat beracun, tidak dapat korosif, tidak dapat terbakar dan tidak mudah meledak. Memiliki sifat isolator yang baik karena mempunyai kekuatan dielektrik yang besar. Tidak bereaksi pada karet sintetis 2. R-12 atau Dichloro Difluoro Methane R-12 atau CCL 2 F2 merupakan salah satu jenis refrigerant yang disusun menggunakan ethane dan methane. Keduanya memiliki zat achlor yang dapat merusak lapisan ozon. Jenis freon R-12 populer pada tahun 80n dan juga digunakan pada sistem AC mobil. Akibat zat achlor yang dapat merusak, maka penggunaannya sudah dilarang. R-12 memiliki warna tabung putih. R-12 memiliki beberapa karakteristik diantaranya yaitu Memiliki Titik didih - 29,8°C pada tekanan 1 atmosfir Memiliki Tekanan penguapan 11,8 psig pada 15°C Memiliki Tekanan kondensasi 93,3 psig pada 30°C. Tidak memiliki sifat korosif, tidak memiliki racun, tidak memiliki sifat dapat terbakar atau meledak dalam bentuk cair maupun dalam bentuk gas. Tidak memiliki berwarna, bahkan transparan dan tidak dapat berbau. Memiliki sifat yang stabil pada suhu kerja rendah maupun pada suhu kerja tinggi. Tidak memiliki kemampuan melarutkan air, tetapi dapat melarutkan hydrocarbon, alkohol, ether, ester, dan ketone. Dapat merusak karet alam tetapi tidak dapat bereaksi dengan karet sintesis. Memiliki kemampuan dielektrik yang besar. Bisa bercampur dengan minyak pelumas dalam semua keadaan. Dapat membentuk asam halogen sehingga akan menjadi korosif bila bercampur air 3. R-13 atau Chloro Friflaoro Methane R-13 merupakan salah satu jenis refrigerant yang sering digunakan untuk mengganti penggunaan jenis refrigerant R-22 dan R-500. R-13 digunakan pada suhu rendah. R-13 memiliki warna tabung biru muda dengan ban biru tua. R-13 memiliki karakteristik diantaranya yaitu Mempunyai titik - 18,4°F pada 1 atmosfir Mempunyai tekanan penguapan 117,1 psi pada - 15°C. Mempunyai tekanan kondensasi 546,6 psig pada 28,9°C Memiliki kalor laten uap 63,85 Btu/lb pada titik didih Tidak memiliki kemampuan untuk bercampur dengan minyak pelumas Memiliki suhu kritis 28,8°C pada 1 atm 4. R-22 atau Chloro DiFluoro Methane R-22 merupakan salah satu jenis refrigerant yang digunakan untuk mengganti R-12. R-22 populer dan banyak digunakan pada tahun 90n. R-22 masuk dalam kategori HCFC yang masih dapat mengakibatkan kerusakan lapizan ozon. Meskipun akibatnya lebih kecil daripada R-12. R-22 digunakan untuk refrigerasi berukuran kecil hingga sedang termasuk pada kendaraan. R-22 memiliki warna tabung hijau. R-22 memiliki beberapa karakteristik yaitu Memiliki titik didih pada tekanan atmosfir -40, 8°C Memiliki tekanan penguapan pada - 15°C ada 28,3 psi Memiliki tekanan kondensasi pada 30°C adalab 158,2 psig. Memiliki kalor laten uap 100, 6 Btu/lb pada titik didih Mempunyai kemampuan dielektrik yang besar Memiliki sifat tidak korosif terhadap logam seperti besi, tembaga, aluminium, kuningan, baja dan lain-lain. Memiliki kemampuan bercampur dengan minyak pelumas pada tekanan rendah terutama di evaporator. Dapat menyerap air sebesar tiga kali Iebih besar dari R -12. Tidak memiliki racun, tidak berbau dan mudah dideteksi. 5. R-32 R-32 merupakan salah satu jenis refrigerant yang banyak digunakan pada sistem AC ruangan sejak tahun 2013. R-32 memiliki karakteristik yang lebih ramah lingkungan serta penyebab potensi pemanasan global yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis R-410A. Namun R-32 memiliki kelemahan yaitu mudah terbakar walaupun masih aman digunakan pada sistem AC rumah. 6. R-40 atau Methyl Chlorida R-40 merupakan salah satu jenis refrigerant yang digunakan untuk berbagai proses refrigerasi. R-40 memiliki berbagai kelemahan sehingga sudah tidak digunakan lagi. R-40 memiliki karakteristik sebagai berikut Memiliki titik didih pada tekanan 1 atmosfir - 23,7°C Memiliki tekanan penguapan pada - 15°C adalah 6,5 psig Memiliki tekanan kondensor pada 30°C adalah 80 psig Memiliki kalor laten uap 180,6 Btu/lb pada titik didih Tidak memiliki racun Tidak dapat terbakar dan meledak bila bercampur dengan udara pada konsentrasi 8-17 % dan volume. Tidak dapat memabukkan orang pada konsentrasi kadar yang tinggi. Memiliki sifat korosif terhadap logam ferro dan non ferro terutama untuk aluminium, seng dan Magnesium. Memiliki sifat korosif terhadap karet alam dan sintesis. Tidak dapat membentuk asam hydroclorik yang lemah bila bercampur dengan air. Tidak dapat bercampur dengan minyak pelumas. 7. R-113 atau Trichloro Trifluoro Ethane R-113 atau C2Cl3F3 merupakan salah satu jenis refrigerant yang juga digunakan pada berbagai proses refrigerasi. Walaupun R-113 tidak banyak digunakan. R-113 memiliki warna tabung ungu tua. R-113 memiliki karakteristik sebagai berikut Memiliki titik didih pada tekanan 1 atmosfir 47,6°C Memiliki tekanan penguapan pada -15°C adalah 27,9 inch Hg Memiliki tekanan kondensasi pada 30°C adalah 13,9 inch Hg Memiliki kalor laten uap 63,12 Btu/Ib pada titik didih Mempunyai kemampuan dielektrik yang besar Memiliki struktur yang sangat stabil 8. R-114 atau Dichloro Tetrafluora Ethane R-114 atau C2CL2F4 F merupakan jenis refrigerant yang biasa digunakan untuk kosmetik. Hal ini dikarenakan R-114 tidak memiliki efek samping pada kulit. R-114 memiliki warna tabung biru tua. R-114 memiliki karakteristik sebagai berikut Memiliki titik didih pada tekanan 1 atmosfir 3, 8°C Memiliki tekanan pengembunan pada -15°C adalah 16,2 inch Hg Memiliki tekanan pengembunan pada 30°C adalah 21,6 psig Memiliki kalor laten uap 59 Btu/lb pada titik didih Tidak memiliki warna Tidak bisa meledak Tidak korosif walaupun berhubungan dengan air Tidak memiliki berbau Memiliki struktur yang sangat stabil Memiliki kemampuan untuk bercampur dengan minyak pelumas kompressor pada tekanan tinggi, tetapi tidak bercampur pada tekanan rendah terutama di evaporator 9. R-134A atau Ethene Tetrafluoro R-134 A atau CH2 FC F3 merupakan HFC yang umum digunakan sebagai refrigerant pada sistem pendingin mobil. R-134A tidak mengandung unsur chloro sehingga tidak merusak lapisan ozon. R-134A masih banyak digunakan untuk sistem AC kendaraan sampai sekarang. R-134A memiliki tabung berwarna hijau muda. R134A memiliki karakteristik sebagai berikut Memiliki titik didih pada tekanan 1 atmosfir - 26,1°C Memiliki suhu kritis 101°C Memiliki tekanan kritis 4060 Kpa Memiliki tekanan penguapan pada 25°C adalah 668 Kpa. Tidak memiliki sifat korosif Tidak memiliki bau Tidak bisa terbakar dan tidak dapat meledak Memiliki struktur kimia yang stabil Tidak memiliki racun Memiliki kemampuan dielektrik yang besar Bisa bercampur dengan minyak pelumas. Tidak bisa merusak ozon 10. R-290 R-290 merupakan freon yang memiliki jenis yang sama dengan R-410A. R-290 termasuk dalam jenis HFC. Namun R-290 memiliki potensi pemanasan global yang lebih rendah dibanding dengan jenis refrigerant yang lain. Oleh karena itu freon jenis ini banyak digunakan pada AC rumah tangga. Walaupun untuk sekarang sudah jarang digunakan karena dapat mudah terbakar. 11. R-410A R-410A merupakan salah satu jenis refrigerant yang digunakan pada AC inverter. R-410A tidak memiliki potensi merusak lapisan ozon yang lebih rendah daripada R-22. Namun memiliki kemampuan untuk pemanasan global yang lebih tinggi. Selain itu R-410 tidak mudah terbakar sama seperti jenis R-22. 12. R-500 atau Azeatrope R-500 atau CCL2F2 dan CH3CHF2 yang merupakan campuran dari R-12 dan R-152A. R-500 terdiri dari 73,8% R-12 dan sisanya adalah R-152A. Refrigerant jenis ini memiliki tabung warna kuning. R-500 memiliki karakteristik sebagai berikut Memiliki titik didih pada 1 atmosfir- 33,5°C Memiliki tekanan penguapan pada - 15°C adalah 16,4 psi Memiliki tekanan pengembunan pada 30°C adalah 112,9 psi Memiliki kalor laten uap 88,5 Btu/Ib pada titik didih Memiliki sifat tidak dapat terbakar Tidak memiliki racun Memiliki susunan struktur yang stabil Memiliki kemampuan yang baik untuk bercampur dengan minyak kompresor Memiliki kemampuan daya serap air yang besar 13. R-502 Sama seperti R-500, R-502 merupakan salah satu jenis refrigerant campuran. R-502 merupakan refrigerant yang dihasilkan dari campuran R-115 dengan R-22. Kandungannya adalah 51,2% R-115 dan sisanya yaitu 48,8% R-22. Refrigerant jenis ini memiliki tabung berwarna ungu muda. R-500 memiliki karakteristik yaitu Memiliki titik didih pada 1 atmosfir - 45,4°C Memiliki tekanan penguapan pada - 15°C adalah 35,9 psig Memiliki tekanan kondensasi pada - 30°C adalah 176,6 psig Memiliki kalor laten uap Btu/lb pada titik didih Memiliki sifat tidak korosif terhadap logam Tidak memiliki racun Tidak memiliki warna Memiliki sifat tidak dapat terbakar Memiliki kemampuan menyerap air 15 kali lebih banyak dari R- 12 yaitu 12 ppm part permillion dan cukup berat. 14. R-503 R-503 merupakan campuran dari CHF3 dan CCIF3. R-503 merupkan campuran dari R13 dan R-23 dengan konsentrasi kandungan yaitu 59,9% R-13 dan 41,1% R-23. R-503 memiliki tabung berwarna biru hijau. Dari campuran kedua jenis refrigerant tersebut didapatkan karakteristik freon yaitu Memiliki titik didih pada 1 atmosfir - 88,7°C Memiliki tekanan penguapan pada - 15°C adalah 249,3 psig Memiliki suhu knitis 19,5°C dan tekanan knitis 592,3 psig Memiliki kalor laten uap 77,15 Btu/Ib pada titik didih Memiliki sifat tidak mudah terbakar Memiliki kemampuan menyerap air pada suhu rendah Tidak dapat bercampur dengan bahan pelumas apabila suhu rendah 15. R-504 R-504 merupakan salah satu jenis refrigerant yang tersusun dari CH2 F2 dan CF3 CCIF2. Dari unsur senyawa tersebut, maka dapat diketahui bahwasanya R-504 tersusun dari 48,3% R-32 dan 51,7% R115. Akibat dari campuran dua jenis freon maka R-504 memiliki karakteristik yaitu Memiliki titik didih pada 1 atmosfir -57°C Memiliki tekanan penguapan pada - 15°C adalah 85,93 psig Memiliki tekanan kritis 690 psig Sulit bercampur dengan pelumas pada suhu rendah 16. R-717 R-717 merupakan salah satu jenis freon atau refrigerant yang memiliki karakteristik sebagai berikut ini Memiliki titik didih pada 1 atmosfir - 33 Memiliki tekanan penguapan pada - 15°C adalah psig Memiliki tekanan kondensasi pada 30°C adalah 154,5 psig Memiliki kalor laten uap 5893 Btu/Ib pada titik didih kalor laten ini paling besar dari pada bahan pendingin lainnya Efisiensi refrigerasi tinggi Memiliki sifat tidak dapat korosif terhadap logam jika tidak dapat bercampur Memiliki sifat mudah terbakar dan meledak Memiliki racun yang berbahaya Memiliki kemampuan untuk mudah bercampur dengan udara Memiliki sifat korosif terhadap logam non - ferro, terutama dengan tembaga, kuningan, seng dan timah apabila bercampur dengan air Memiliki kekuatan dielektriknya rendah Tidak dapat bercampur dengan minyak pelumas kompresor Jenis refrigerant ini biasanya memiliki tabung berwarna perak. R-717 memiliki berbagai kelemahan yang dapat membahayakan penggunanya. Oleh karena itu, freon jenis ini tidak digunakan untuk umum dan hanya bersifat khusus saja. 17. R-744 R-744 merupakan salah satu jenis freon atau refrigerant yang terbuat dari CO2 atau carbon dioxide. Jenis refrigerant ini memiliki karakteristik sebagai berikut Memiliki titik didih pada 1 atmosfir - 79°C Memiliki tekanan penguapan pada - 15°C adalah 317,5 psig Memiliki tekanan kondensasi pada 30°C adalah 1031 psig Memiliki kalor laten uap 116 Btu/lb pada titik didh Memiliki suhu kritis 31°C Memiliki sifat tidak dapat korosif Tidak mudah terbakar atau meledak Tidak memiliki bau Tidak memiliki racun Tidak memiliki kemampuan bercampur dengan minyak pelumas Apabila terjadi kebocoran dapat dicari dengan air sabun 18. R-764 R-764 merupakan salah satu jenis freon yang terbuat dari SO2 atau sulfur dioxide. Refrigerant jenis ini memiliki tabung warna hitam. R-764 memiliki karakteristik sebagai berikut Memiliki titik didih pada 1 atmosfir - 10°C Memiliki tekanan penguapan pada - 15°C adalah 51,8 psig Memiliki kalor laten uap 172,3 Stu/Ib pada - 15°C Memiliki racun yang berbahaya Tidak memiliki warna Memiliki sifat tidak terbakar dan tidak meledak Memiliki sifat tidak korosif terhadap logam-logam bila dalam keadaan murni Tidak memiliki kemampuan untu bercampur dengan minyak pelumas, R - 764 lebih berat dan minyak pelumas Memiliki bau yang sangat pedas dan tajam Apabila mengenai cairan ammonia, akan mengeluarkan asap tebal putih. Maka untuk mencari kebocoran R - 764 dapat menggunakan kain lap yang dicelupkan dengan cairan ammonia. Diatas merupakan pembahasan mengenai jenis refrigerant yang digunakan pada proses refrigerasi. Meskipun ada beberapa yang sudah tidak digunakan karena mengandung CFC yang dapat mengakibatkan kerusakan lapisan ozon. Terdapat berbagai alternatif pengganti CFC seperti hidrocarbon, carbondioxide, dan HFC. Pada sistem AC kendaraan tidak semua jenis freon AC diatas digunakan. Melainkan beberapa saja yang digunakan pada sistem AC mobil yaitu R-12, R-22, dan R-134A. Namun untuk R-12 dan R-22 sudah tidak digunakan karena memiliki beberapa kelemahan. Sementara itu untuk jenis freon AC mobil standar kebanyakan menggunakan R-134A yang memiliki beberapa keuntungan.
Pengertian freon – Freon adalah refrigerant, namun refrigerant tidak selalu freon. Sebenarnya freon adalah produk refrigerant yang diproduksi oleh perusahaan Amerika, yaitu DuPont. Banyak orang salah mendeskripsikan hal ini, layaknya kita menyebut “aqua” untuk semua air mineral dalam kemasan. Jadi pengertian freon adalah produk refreigerant yang diproduksi oleh Perusahaan DuPont. Sementara Refrifgerant adalah senyawa yang berbentuk liquid cair atau gas dan berfungsi untuk menyerap panas dari udara dalam ruangan, sehingga suhu dalam ruangan menjadi lebih rendah atau dingin. Tanpa refrigerant, tidak akan ada AC, pendingin atau teknologi pembekuan. AC mengandung zat pendingin di dalam kumparan tembaga. Saat refrigerant menyerap panas dari udara dalam ruangan, ia bertransisi dari gas bertekanan rendah ke cairan bertekanan tinggi. Nah nantinya kompresor akan mengirim refrigerant ke luar di mana kipas akan menghembuskan udara panas ke atas kumparan dan membuangnya ke luar. Refrigerant kemudian mendingin dan berubah kembali menjadi gas bertekanan rendah. Kipas angin lain yang terletak di dalam ruangan akan mendistribusikan udara dingin yang dihasilkan ke seluruh bangunan. Kemudian siklus berulang. Simak CARA KERJA SIKLUS REFRIGERAN. Jenis freon ada banyak, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Pembagian jenis ini berdasarkan jenis fluida yang digunakan. Jenis-jenis freon antara lain CFS Chlorodifluorocarbon, HCFC Hydrochlorofluorocarbon, HFC Hydrofluorocarbon, HC Hydrocarbon, dan jenis natural yang langsung digunakan dari alam. Freon fluorocarbon terhidrogenasi HFCJenis ini terdiri dari hidrogen, fluorin, dan karbon. Karena jenis ini tidak menggunakan atom klor yang digunakan dalam sebagian besar refrigerant maka jenis ini adalah salah satu yang berbahaya bagi lapisan ozon. Freon Terhidrogenasi klorofluorokarbon HCFCFreon jenis ini terdiri dari hidrogen, klorin, fluorin, dan karbon. Dampaknya terhadap ozon lebih sedikit, namun ada wacana akan dihapus sepenuhnya pada tahun 2020 chlorofluorocarbon CFCJenis freon ini mengandung klorin, fluorin dan karbon. Merupakan refrigerant yang paling berbahaya dan merusak lapisan ozon. Baca juga Cara Mengatasi Masalah Bunga Es Pada Kulkas Bahaya Freon / Refrigerant Karakteristrik gas freon yaitu tidak berbau, Jadi kamu sebaiknya berhati-hari karena gas freon yang terhidup manusia beresiko menyebabkan gangguan kesehatan. Gas freon yang bocor tidak dapat dengan cepat diketahui, kamu harus lebih teliti karena jika mengalami kebocoran maka akan cepat beberapa gas freon yang amat merusak lapisan ozon jika sampai bocor ke udara refrigerant yang dihirup dalam jumlah banyak akan mengakibatkan seseorang pingsan keracunan. Tipe-tipe Freon Freon R22Tipe ini memiliki kelebihan, dimana tidak mudah terbakar. Namun memiliki dampak terhadap kerusakan ozon sebesar padahal tipe freon lain bernilai R410ATipe ini juga tidak mudah terbakar dan tidak berpotensi merusak lapisan ozon. Freon R410A digunakan untuk AC InverterFreon R32Merupakan freon atau refrigerant yang ramah lingkungan. Potensi pemanasan global yang diberikan juga sangat rendah jika dibandingkan tipe R22 dan R410A. Kekurangan tipe ini yaitu mudah terbakar, tapi tenang, karena masih aman digunakan untuk AC rumah R290Jenis freon ini adalah tipe dengan potensi pemanasan global yang paling rendah. Namun index dinginnya rendah dan lebih beresiko mudah terbakar. Jangan lupa Ikuti INSTAGRAM dan FACEBOOK kami di ILMU TEKNIK dan dapatkan informasi seputar dunia teknik setiap harinya.
Fungsi penting AC di tengah-tengah cuaca terik Indonesia memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Fungsi ini bahkan seolah membuat AC menjadi salah satu barang elektronik yang wajib ada di dalam rumah, kantor atau bahkan yang Anda tahu, AC biasanya terdiri atas dua unit, yakni unit indoor dan juga unit outdoor. Tetapi, tahukah Anda senyawa yang sangat berperan untuk menunjang fungsi AC sebagai pendingin ruangan? Itulah Freon. Dalam istilah lain, Freon ini disebut sebagai refrigerant yakni gas yang mampu menyerap beban pendingin terdiri atas beberapa jenis dan ini harus diketahui dengan baik oleh para pemilik AC karena sangat berpengaruh pada tingkat kenyamanan penggunaan AC. Diantara Freon AC yang biasa ada di pasaran adalah sebagai Freon AC di PasaranFreon R-410AJenis yang pertama ialah Freon R-410A. Freon jenis ini biasa diterapkan pada AC inverter dan merupakan bagian dari HFC. Karenanya, gas ini mempunyai sifat tidak mudah terbakar, mempunyai potensi perusakan ozon yang nilainya adalah 0, dan memiliki potensi untuk pemanasan global tertinggi dari jenis-jenis Freon yang R-290Selanjutnya ada Freon R-290. Sama seperti Freon R-410A, Freon R-290 ini juga merupakan salah satu jenis dari HFC. Akan tetapi keduanya berbanding terbalik, dimana Freon R-290 ini mempunyai potensi untuk pemanasan global yang paling rendah apabila dibandingkan dengan berbagai jenis Freon yang lainnya. Freon jenis ini juga terhitung aman untuk AC rumah R-32Jenis Freon yang ketiga ialah Freon R-32. Freon R-32 ini baru digunakan pada AC sejak tahun 2013 yang lalu. Sifatnya lebih ramah lingkungan apabila hendak dibandingkan dengan Freon yang jenis R410A, dan juga potensi pemanasan globalnya lebih rendah. Namun sayangnya, Freon R-32 ini mempunyai potensi untuk mudah terbakar. Pun demikian, masih cukup aman diterapkan pada AC rumah R-22Selanjutnya ada Freon R-22. Pada abad ke-20, CFC adalah refrigerant atau gas yang paling populer. Akan tetapi sekitar tahun 1990an yang lalu, keberadaan CFC ini digantikan oleh pendingin baru yang dikenal dengan HCFC. Sayangnya HCFC kemudian begitu dikecam karena terdapat kandungan klorin yang sangat berbahaya terutama untuk salah satu HCFC yang populer tersebut ialah Freon R-22. Freon R-22 ini begitu dikenal karena sifatnya yang tidak mudah untuk terbakar. Pun demikian, karena mengandung klorin, Freon R-22 kemudian ditetapkan sebagai jenis Freon yang terlarang oleh pemerintah Freon R-22 ini tidak dapat lagi digunakan. Bahkan untuk produk AC yang masih saja menggunakan Freon jenis ini tidak diperbolehkan untuk diimpor ke Indonesia. Kabarnya, tahun 2030 yang akan datang, Freon R-22 juga akan dihapus secara resmi dari ini cukup beralasan mengingat Freon R-22 ini sendiri juga berpotensi untuk merusak ozon yang nilainya bahkan mencapai 0,05. Karenanya, untuk Anda yang terlanjur memakai Freon R-22 untuk AC, sebaiknya nanti Anda ganti dengan jenis Freon lain yang lebih ramah berbagai jenis Freon air conditioner AC yang perlu Anda ketahui. Untuk selanjutnya, silahkan Anda pertimbangkan sendiri Freon yang manakah yang paling aman untuk digunakan dan diterapkan pada AC Anda. Nah, kalau Anda memerlukan alat perangkat elektronik, sebaiknya jangan pilih toko secara dealer yang benar-benar resmi karena hanya dealer seperti inilah yang bisa menjamin keuntungan untuk Anda. Salah satu dealer resmi AC yang demikian itu adalah CV. ASTRO. Anda bisa menghubungi CV. ASTRO ini jika memerlukan unit AC baru.
jenis jenis freon ac rumah